Search

jemuran

hari ini jemuran gw basah lagi keujanan,,,hahaha

MPKMB

MPKMB tinggal menghitung hari,,,pikiran yang dimiliki mahasiswa baru IPB tercampur aduk,,ada yang mengerjakan tugas2 MPKMB, namun disatu sisi tugas – tugas perkuliahan yang semakin menumpuk kian menjadi,,,hahaha,,,,tapi saya pribadi mengikuti MPKMB ini fun aja,,,jangan dibuat ribet,,,santai aja,,,,semangat buat angkatan 47 IPB :)

inspirasi ku

Nama : Hafidz Ilman Al-bana

NRP : D14100035

Laskar : 20

Inspirasi Ku

Manusia diciptakan di dunia ini berbeda-beda, ada yang berkulit hitam dan ada pula yang berkulit putih, ada yang bermata sipit dan ada pula yang bermata belo, dan dari tingkat ekonomi pun manusia berbeda-beda, ada yang kaya dan ada pula yang sederhana bahkan tergolong miskin.

Di masyarakat, orang kaya dan orang miskin memiliki dua tingkatan kehidupan, yaitu orang kaya bertindak sebagai investor dan orang miskin bertindak sebagai buruh. Biasanya orang miskin selalu diperbudak oleh orang kaya karena orang kaya memiliki uang dan orang miskin membutuhkan uang.

Dari tingkat prestasi pendidikan, perbedaan orang kaya dan orang miskin hampir tak terlihat. Wajar sajalah jika anak yang berasal dari keluarga kaya raya berprestasi disekolah maupun dikampus karena mereka memiliki segalanya yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran. Lain halnya dengan anak yang berasal dari keluarga miskin yang memiliki keterbatasan dalam segi ekonomi namun dapat berprestasi disekolah atau dikampus, bahkan prestasinya melebihi anak yang berasala dari keluarga kaya raya.

Didunia ini banyak sekali contoh anak-anak yang berasal dari keluarga sederhana ataupun dari keluarga miskin yang memiliki segudang prestasi. Saya memiliki teman yang benar-benar pintar. Menurut saya dia adalah anak yang jenius karena dia memiliki banyak kemampuan dalam hidupnya, seperti pandai berbahasa inggris, pandai dalam akademik disekolah, pandai menari tarian tradisional, dan pandai bermain biola. Dia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Dia tinggal di daerah jatisari diperbatasan antara kota Karawang dengan kota Subang Jawa Barat, yang jauh dari keramain pusat kota.

Ujang Purnama adalah sosok teman yang baik dan sangat menginspirasikan kehidupan saya. Saya mengenalnya ketika saya berada satu sekolah bersama dirinya, yaitu di SMA Negeri 1 Karawang. Dan saya mulai mengetahui bahwa dia adalah anak yang pintar ketika saya satu kelas bersamanya ketika dikelas XI. Ketika awal masuk dikelas XI, dia memperkenalkan rumus menghitung matematika dengan cepat dari hasil temuannya sendiri. Rumus tersebut diberi nama “Upyur”.

Anak yang lahir pada tanggal 24 Agustus 1992 ini pun aktif berorganisasi, dan dia pun penjabat sebagai ketua osis periode 2008-2009. Ujang sering mengikuti perlombaan dari tingkat sekolah sampai ketingkat nasional. Sungguh betapa kagumnya saya melihat keberhasilan seorang Ujang Purnama yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana namun memiliki segudang prestasi.

Kepintaran dan kejeniusan seorang Ujang Purnama, membawa dirinya menjadi finalis siswa berprestasi tingkat nasional pada tahun 2008. Dan hal yang saya inginkan saat ini pun telah Ujang alami. Pada tahun 2009 lalu Ujang mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar untuk sekolah keluar negeri selama satu tahun dalam program Bina Antar Budaya. Dia pergi ke Alaska, USA. Pada bulan Juli 2010 lalu dia baru kembali ke Indonesia.

Sekarang Ujang Purnama melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Karawang dikelas XII. Hal yang patut dicontoh adalah semangat belajar yang tinggi. Dia tak pernah menyia-nyiakan waktu yang ada, dia selalu memanfaatkan waktu yang ada dengan kegiatan yang bermanfaat.

Saya pun tak ingin kalah dengan Ujang Purnama yang mamiliki segudang prestasi dan mendapatkan beasiswa keluar negeri. Mulai saat inilah saya mencoba hal-hal positif yang dilakukan Ujang Purnama. Saya harus bisa sejajar bahkan melebihi prestasi Ujang Purnama. Dengan niat yang tulus dan penuh keyakinan serta usaha yang teraraah, Insya Allah saya pasti BISA.

cerita inspirasi

Nama : Hafidz Ilman Al-bana

NRP : D14100035

Laskar : 20

Meraih Mimpi

Pada waktu itu ketika saya baru masuk SMA dikelas X, saya dari SMP hijrah ke SMA membawa semangat yang tinggi karena saya terobsesi untuk meraih mimpi-mimpi agar menghasilkan sebuah prestasi.

Pada saat itu ketika Masa Orientasi Siswa (MOS), para senior saya menampilkan ekstrakurikuler yang ada di sekolah saya, yakni di SMA Negeri 1 Karawang. Satu persatu saya cermati ekstrakurikuler yang ditampilkan. Setelah selesai semua, saya pun memilih ekstrakurikuler yang saya sukai yaitu saya memilih ekstrakurikuler futsal. Ketika senior-senior saya menampilkan aksi-aksi futsalnya, saya pu tertarik denga futsal sambil berhayal “saya ingin menjadi pemain yang lebih hebat dari senior-senior saya, dan saya pun ingin sekali menjadi pemain hebat yang bisa bermain menggunakan kaos berwarna merah yang berlambangkan burung garuda di dada yang bermain di kancah internasional”. Saya sadar bahwa impian tersebut hanyalah impian belaka jika tidak diwujudkan dengan perbuatan yang nyata. Untuk mencapai impian tersebut pastilah butuh perjuagan.

Saya pun menydari bahwa impian besar tersebut berawal dari terwujudnya mimpi-mimpi yang kecil dan sederhana. Lalu saya pun mulai menyusun impian-impian sederhana tersebut untuk menjadi sebuah mimpi yang besar. Impian terdekat saya yaitu mengikuti kejuaraan futsal dan menang.

Singkat cerita ketika saya di kelas XI, saya pun telah bergabung dengan ekstrakurikuler futsal. Ketika itu datanglah sebuah surat ke sekolah kami dari perusahaan swasta yang berisikan untuk keikut sertaanya sekolah kami dalam kejuaraan futsal antar SMA se kota Karawang dan sekitarnya.

Dari kabarnya surat tersebut, saya mulai yakin impian saya akan mulai terwujud. Namun untuk mengikuti kejuaraan tersebut tidak lah mudah, karena saya harus berlatih ekstra keras untuk megikuti seleksi pemain. Dari 32 anggota ekstrakurikuler futsal akan dipilih 12 pemain yang akan ikut dalam kejuaraan tersebut. Saat itu pula saya pun mulai berusaha untuk berlatih agar bisa terwujudnya mimpi-mimpi saya.

Akhirnya setelah berlatih dengan keras, tiba lah hari dimana hasil seleksi akan diumumkan oleh pelatih. Apa yang di katakan pelatih saya cermati baik-baik. Subhanallah, akhirnya saya terpilih juga kedalam 12 pemain yang akan mengikuti kejuaraan futsal. Terpilihnya saya mengikuti kejuaraan futsal merupakan tanggung jawab yang besar, karena saya beserta teman-teman yang lain membawa nama baik sekolah. Kesempatan itu pun tidak saya sia-siakan, saya akan berusaha sekuat mungkin dalam kejuaraan tersebut.

Kejuaraan pun tiba, saatnya saya dan teman-teman menunjukan hasil latihan yang selama ini kami jalanankan. Alhamdulillah, kami telah melewati 8 pertandingan dengan semangat yang tinggi, dan akhirnya kami melaju sampai ke babak final. Ketika di final, kami melawan SMA dari kota Bekasi. Kami hanya mampu mencatatkan nama sekolah kami dalam papan juara sebagai runner up atau peringkat ke-2.

Suatu kebanggaan bagi saya, meskipun tidak menjadi yang nomor 1, tetapi saya cukup puas dengan hasil seperti itu. Namun saya tetap berambisi untuk menjadi yang nomor 1 dalam olah raga menendang bola tersebut dan saya tetap ingin mewujudkan impian terbesar saya, yakni memakai kaos merah yang terdapat lambang burung garuda di dada serta bercelana putih dan bermain sepak bola ataupun futsal dalam kancah internasional. Suatu kebahagiaan bersama, dimana sekolah kami masuk kedalam 9 sekolah terbaik dalam kejuaraan futsal se-Karawang, Bogor, dan Serang.

mudik

sekarang hari terakhr kuliah seblum lebaran,,,huhu,,kangen dah ama keluarga,,hehe n_n

alhmdulillah

Alhamdulillah,,UTSnya ga se susah yang di kira n_n yakin sih,,meskipun ga perfect,,hehehe

keren

keren banget

kuliah jam 1

hari ini kuliah jam 1,,,panaaaaassssss